X

*** TERIMA KASIH ANDA TELAH SAKSIKAN DETIKLAMPUNG STREAMING TV SETIAP HARI ***      *** Video on Demand kami siapkan atas saran & permintaan masyarakat pembaca setia detiklampung.com *      MOHON MAAF SELAMA SEPEKAN, KAMI TIDAK DAPAT DIAKSES KARENA SEDANG ADA PERBAIKAN. NAMUN SAAT INI SUDA      

Sales Honda Lampung Terbaik di Indonesia 2016

  • Nia:  Silaturahmi ke Konsumen

    DL/21032017/Bandarlampung

    ----- Pekerjaan sebagai penjual, tidak semuanya bisa dijalani dengan mudah. Dalam sebuah perusahaan barang tentu mempunyai satu divisi yang diisi oleh orang-orang yang berada dalam divisi marketing atau bidang penjualan. Di sini tergabung sales-sales representatif.

    Pekerjaan ini bukan pekerjaan favorit yang diingini banyak pelamar pekerjaan, karena dalam divisi ini punya tantangan yang luar biasa sulit. Belum lagi bebannya yang secara langsung punya pengaruh pada perkembangan dan prestasi perusahaannya.

    Tapi kenapa, gadis cantik kelahiran 21 tahun lalu ini justru memilih bidang yang sangat banyak tantangannya ini. Apakah hanya mengandalkan paras ayunya untuk menawarkan produknya? Ternyata bukan itu.

    Destania Indah Putri, memilih jalur marketing ini karenaingin melakukan uji kemampuan dirinya secara maksimal. “Dunia marketing ini kan banyak sekali kesempatan untuk mengembangkan kemampuan diri, karena selalu berkembang ilmunya dan pergaulannya cukup luas. Saya akhirnya suka dengan profesi ini, meskipun awalnya juga kikuk dan berat,” katanya.

    Nia, panggilan akrab Destania Indah Putri,  yang kini lebih spesifik menjual beberapa produk Honda kategori premium, mengaku punya kesan yang mendalam pada dunia marketing ini.

    Banyak hal ditemui di sini, mulai dari konsumen yang super cerewet sampai pada konsumen yang sangat profesional. “Banyak modelnya ya konsumen ini. Ini membuat kita semakin pinter bergaul dengan berbagai sifat dan sikap anggota masyarakat. Dari perjumpaan seperti itu, tidak terasa membuat saya terasa lebih enak melakukan komunikasi, dan rasanya tidak canggung lagi,” ungkap bontot dari 5 bersaudara putri pasangan Adang Syofendi dan Rostiati ini.

    Nia mengakui bahwa semua hal yang ingin dilakukan, jika tidak coba dilakukan maka tidak akan tau apakah bisa dilakukan atau tidak. “Memang semua perlu dibuktikan. Tadinya saya tidak yakin bisa menyelami dunia marketing ini, tapi saya ingin mencobanya, serius dan mengalir saja. Ternyata ini yang saya dapatkan, punya dunia yang cukup asyik,” ujarnya dengan senyum menawannya yang khas.

    Alumni SMAN 10 Bandarlampung ini memang terlihat sangat lincah dan gesit. Terutama dalam menjelaskan berbagai hal tentang produk Honda, nampaknya Nia sangat menguasai secara teknis product knowledge motor buatan Jepang ini.

    Kiat Penjualan

    Urusan produktivitas, Nia mengaku penjualan tertinggi saat menjadi sales counter menjual 65 unit. Bagaimana Nia bisa melakukan ini dan apa kiat penjualannya.

    “Karena tugas utama yang saya emban adalah bagaimana bisa menjual produk, mendapatkan order dan membina relasi, maka saya harus bisa menjelaskan kepada calon konsumen secara proporsional dan profesional kepada konsumen. Sebab kepercayaan akan timbul ketika konsumen melihat dan menilai kita kredibel. Dari sini konsumen akan menjadi nyaman dan percaya dan akhirnya akan mengambil produk kita,” tutur mahasiswi smester 6 di IBI Darmajaya Bandarlampung ini.

    Tidak sampai di situ saja. Setelah menjual produk pun pekerjaan belum selesai. Nia harus melakukan pembinaan terhadap konsumennya. “Tugas kemudian adalah melakukan pembinaan konsumen purna jual. Ini bukan pekerjaan mudah. Kita harus benar-benar care kepada persoalan-persoalan yang timbul pada konsumen kita. Salah satunya saya melakukan silaturahmi dengan baik kepada konsumen. Ya tidak harus berkunjung, cukup dengan say hello dengan telepon atau sms dan sebagainya. Sebatas kita menanyakan tentang mereka, terutama yang berhubungan dengan produk kita,” katanya.

    Ini juga dilakukan untuk menciptakan repeat order referensi pada setiap konsumennya. Barangkali ini memang ilmu dasar dalam marketing. “Ya memang ada kecenderungan untuk kesana. Bagaimanapun juga membina konsumen sebagai salah satu tugas pokok, efek sampingnya adalah konsumen melakukan hal yang menguntungkan juga buat kita. Repeat Order referensi, adalah satu hal yang diharapkan dari proses pembinaan ini. Mereka secara otomatis akan membantu kita dalam pemasaran produk kita, tanpa kita minta.” Ungkapnya.

    Prestasi Nasional

    Bukan hanya cantik, tapi juga berprestasi. Nia sebagai Sales Honda yang sangat serius mendalami dunia marketing dengan berbagai kita-kitanya, sehingga memberikan jalan untuk mengikuti kontes di tingkat nasional pada lingkungan Astra Honda Motor Indonesia.

    “Memang sich kontes itu bukan tujuan utama. Tapi paling tidak bisa menjadi tolok ukur kemampuan kita kan. Maka sebagaian besar yang diikutkan contest pasti yang punya kelebihan dan berprestasi pada tingkat daerah dulu, regional. Saya juga diseleksi dari seluruh yang berprestasi di Lampung untuk memilih wakil Lampung di tingkat nasional. Selain sales, ada delivery man, dan Kepala Cabang yang turut kontes di bidang masing-masing,” ceritanya.

    Ketika Nia terpilih sebagai juara 1 Sales di Lampung dan dikirim ke kontes Nasional bersama yang lainnya, menurutnya banyak hal yang bisa memperkaya pengetahuannya dan menumbuhkan semangat juangnya.

    Di Jakarta, Nia bersama 30 sales lainnya dari seluruh Indonesia diuji dan dinilai secara ketat, bahkan dengan cara tersembunyi. “Penilaiannya bukan hanya dalam hal cara penjualan namun sampai pada public speaking pun jadi satu penilaian. Banyak lah hal-hal baru yang saya dapatkan di sana. Bahkan mistery calling, mistery shopper jadi bagian kontes ini. Ya kalau saya sich waktu itu hanya menjalani dengan sekuat tenaga  dan kemampuan saya.” Tutur gadis yang tinggal di Jln Kasuari blok D-11 Beringinjaya, Kemiling, Bandarlampung ini.

    Tapi hasilnya mengejutkan. Nia yang baru sekali mengikuti konstes nasional ini keluar sebagai kampiun dari 30 kontestan lainnya. Dan rekannya delivery man keluar sebagai juara 3 nasional. Dan Kepala Cabang masuk 8 besar.

    Alhamdulillah, saya menang. Ini luar biasa buat saya. Ini hasil kerja keras buat saya. Terima kasih ya Allah, begitu saat saya dinyatakan menang. Ini juga merupakan sebuah apresiasi nyata dari corporate bagi seorang karyawannya. Saya percaya ini ada hikmahnya kelak.” Ujarnya.

    Hadiahnya? Nia memperoleh dua unit motor Honda, uang tunai dan ikut tour bersama pemenang lainnya ke Hongkong beberapa hari.

    “Ini pengalaman yang membanggakan buat saya. Yang jelas saya senang karena kerja keras saya dihargai. Tetapi setelah itu, saya memberikan bukti bahwa tidak melempem setelah berpredikat juara sales nasional. Saya berupaya bekerja yang baik, proporsional dan professional. Tantangan masih banyak di depan sana. Saya percaya, kerja keras dan ikhlas itu menjadi modal untuk mencapai sukses dalam pekerjaan kita,” katanya.

    Nia kini juga banyak menjual produk-produk Honda yang kategorinya premium, yakni motor yang tergolong besar seperti CBR250 dan CRF250 dengan kapasitas 250cc bahkan yang keatas.

    Ini memerlukan kepandaian yang lebih dari rata-rata sales motor pada umumnya. “Selain product knowledge, juga ada kiat khusus dalam perlakuan pada konsumen untuk produk  premium. Tingkat lobi dan diplomasinya juga sedikit berbeda. Biasanya konsumen premium bukan soal mau beli motornya untuk dikendarai sebagai alat transportasinya, tetapi lebih kepada kesenangan, hobi dan koleksi,” tutur Nia.

    Akhirnya, Nia mengajak para koleganya untuk terus bekerja keras dan ikhlas, selalu berprasangka baik, teliti dan professional. “Insha Allah, akan mempunyai hasil yang baik.” Ungkapnya.

    Bravo Honda, bravo Nia. (don)