Tank M113 Angkut Anak PAUD Tenggelam Di Sungai Bogowonto

11 Maret 2018 - 09:56:26 | 1042 | NASIONAL

DL/11032018/Purworejo

--- Satu dari Tiga Tank TNI AD jenis M113 yang dipergunakan sebagai pengangkut murid-murid PAUD yang sedang melakukan outbond di kawasan Yonif 412/BES Purworejo Jawa Tengah, Sabtu 10 Maret 2018.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu Tank Yonif 412 mengangkut anak-anak TK untuk kegiatan outbound
“Kecelakaan tank Yonif 412/BES tenggelam di Sungai Bogowonto belakang Markas Yonmek 412/BES, yang mengakibatkan 1 personel meninggal dunia,” ujar Sutopo dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Sabtu 10 Maret 2018.

Sutopo mengatakan kegiatan outbound itu dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu para siswa PAUD dan TK Sindurjan, Kecamatan Purwerejo, berkumpul di Lapangan Yonis 412. Anak-anak ini kemudian melakukan simulasi naik helikopter. 

“Setelah selesai, diajak turun ke lapangan mengikuti kegiatan di lapangan HR Yonif 412. Selanjutnya oleh personel 412 diperkenalkan lintasan HR sampai di jembatan timbang selesai,” kata Sutopo.
Setelah itu, lanjut Sutopo, para siswa PAUD dan TK tersebut diajak ke garasi tank untuk diperkenalkan ke kendaraan taktis tersebut. 

“Selanjutnya diajak naik tank ke Sungai Bogowonto dengan menggunakan 3 tank. Satu tank dinaiki lebih-kurang 20 penumpang,”kata Sutopo.
Sutopo mengatakan dua tank berhasil mengarungi Sungai Bogowonto. Namun sayang, ada satu tank yang tak berhasil melintasi sungai. “Kloter kedua, 1 tank kena musibah, tergelincir dan tenggelam. Sedangkan 2 tank selamat,” katanya.

Untuk sementara kerugian materiil sebuah tank 412 tenggelam dan dua orang meninggal dunia atas nama Pratu Randi  Suryadi meninggal di RSU Dr. Tjitro Wardoyo, dan guru PAUD, Iswandari juga meninggal di RS Panti Waluyo Purworejo.

Dari data yang dihimpun detiklampung.com anak anak TK  dan PAUD yang melaksanakan outbound dan naik Tank antara lain.

Dari PP Ananda jumlah 16 anak dan 1 guru, dan 1 belum teridentifikasi a.n Hafidz dan 1 guru meninggal  atas nama Iswandari  warga Rt 4 Rw 4 Sindurjan meninggal di RS Panti Waluyo.

Dari PP Lestari jumlah 20 anak, 4 guru lengkap, TK Masitho 3 jumlah 71 anak, 4 guru lengkap, kemudian dari PP Handayani 38 anak, 4 guru lengkap dan YK Siwi Peni jumlah 35 anak, 4 guru lengkap. (dbs)