Program Berbakti Untuk Negeri, Yayasan Alfian Husin

11 Maret 2018 - 04:33:26 | 176 | HUMANIORA

DL/11032018/Bandarlampung

---- Yayasan Alfian Husin terus bergerak dalam bidang sosial kemasyarakatan. Kali ini kembali menyalurkan bantuan untuk pembangunan masjid dan mushola.

Bulan ini bantuan diberikan kepada masjid Ar Raudhah yang terletak di Jl Teuku Umar 99 Suci, Kedaton, Bandarlampung dan Mushola Husnul Khotimah di Jl. Pisang Garuda III, Pasir Gintung, Bandarlampung.

Bantuan yang diberikan berupa uang tunai dan material bangunan. Untuk bantuan masjid langsung diserahkan kepada Tandurita Gunawan, Ketua Panitia dan Mushola diterima langsung oleh Syaifudin selaku bendahara Mushola, Kamis 8 Maret 2018.

Syaifudin mengatakan bahwa pihaknya sangat berterimakasih kepada Yayasan Alfian Husin atas bantuan berupa material bangunan.

“Rencananya mushola Husnul Khotimah yang sedang direnovasi ini, akan diperbesar bagian belakangnya, karena jamaah semakin banyak. Mushola ini sudah tidak bisa menampung lagi jumlah jamaah yang setiap tahun harus shalat di pinggir-pinggir jalan. Renovasi ini sudah sekitar 6 bulan,” terang Syaifudin.

Dr. Andi Desfiandi, SE., MA selaku Ketua Yayasan Alfian Husin mengutarakan program bantuan pembangunan tempat ibadah ini merupakan bentuk kepedulian yayasan kepada masyarakat sekitar.

“Sesuai dengan tagline yayasan Peduli dan Berbagi untuk negeri, saya hanya meneruskan amanah dari kedua almarhum orang tua kami, H. Alfian Husin, SH dan dr. Hj. Yoenidar Karim Alfian, yang sudah lebih dulu melakukan hal yang sama,” ungkap Andi.

Program bantuan yang disalurkan meliputi Program Perbaikan Rumah, Sekolah dan Fasilitas Umum dan Sosial, Program Pembangunan Masjid dan Mushola, serta Program Modal Usaha Begulir.

Belum lama ini Yayasan Alfian Husin melalui Program Tali Kasih juga menyalurkan bantuan kepada anak balita yang bernama Sunarsih dan bayi perempuan bernama Fatimah. Diketahui Sunarsih adalah seorang anak balita di daerah Pekon Balai Kencana, Krui Selatan yang lahir tanpa anus.

Dia harus menjalani beberapa kali operasi untuk membuat anus di bagian perutnya. Sedangkan bayi Fatimah yang berasal dari Desa Sidodadi, Kecamatan Bandar Surabaya, Lampung Tengah lahir tanpa tempurung otak.

Dalam program Tali Kasih, Andi Desfiandi berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban kedua orang tua kedua bayi tersebut.

“Saya berharap bantuan-bantuan yang telah diberikan dapat meringankan beban kedua orang tua balita Sunarsih dan bayi Fatimah. Mudah-mudahan cepat diberi kesembuhan agar anak-anak ini bisa tumbuh dengan riang dan bahagia, walaupun tidak banyak, saya berharap bermanfaat untuk mereka,” ungkap Andi. (Lis)