Program Arinal Tumbuhkan Ekonomi Kerakyatan di Panjang

09 Maret 2018 - 00:25:59 | 6183 | POLITIK

DL/08032018/Bandarlampung

---- Dalam kesempatan berkampanye di lapangan Baruna Panjang, pasangan calon gubernur Lampung Arinal Djunaedi dan Chusnunia Chalim (Arinal – Nunik) menawarkan perbaikan ekonomi masyarakat dengan menumbuhkan ekonomi kerakyatan, ekonomi berbasis rakyat.

“Saya ingin bersilaturahmi. Tidak baik, kalo saya tidak menyapa saudaraku,” kata Arinal di sela kampanye dialogis di Lapangan Baruna, kecamatan Panjang, Bandarlampung, Kamis 8 Maret 2018 siang.

Ketua DPD I Partai Golkar Lampung ini  mengatakan, mungkin warga Panjang, Bandarlampung khususnya sudah sering melihat gambar sosialisasi dirinya yang akan maju di Pilgub Lampung, karena banner, spanduk dan alat peraga kampanye sudah banyak disebar di Bandarlampung.

Dia menegaskan bahwa Provinsi Lampung ini ada sekitar 9,7 juta jiwa, 70 persen warganya tinggal di pedesaan, 70 persen itu bermata pencarian petani.

“Kebutuhan Jakarta dari sini, potensi komiditi Lampung luar biasa, hampir semua bidang pertanian, perikanan, perkebunan yang menjadi pemasok kebutuhan nasional. Lampung berbuat lebih banyak di Indonesia. Tapi kenapa hidupnya begitu-begitu saja? Ini harus kita rubah, harus dibangun sektor pertanian, agar rakyat Lampung sejahtera,” ungkapnya.

Sebelum kegiatan kampanye dialogis di Panjang dimulai, ia bertemu dan berbincang dengan ibu rumah tangga warga Panjang, ibu itu cerita Arinal, bekerja sebagai pencuci pakaian, Arinal mengaku priharin mendengar cerita ibu tersebut.

“Kalo seandainya di Panjang kita berdayakan ekonomi kerakyatan, mau enggak? Dengan ada home industry, kelompok ekonomi secara berkelompok, kelompok ini harus tumbuh dulu. Program saya membangun ekonomi kerakyatan menumbuhkan tenaga kerja. Contohnya, saya dengar Panjang terkenal dengan pengrajin keong, penghasil keong disesuaikan kebutuhan, saya akan membantu modal agar Panjang terkenal penghasil keong,” ujarnya.

Mantan Kadis Pertanian ini mengatakan, beberapa waktu lalu ia mengunjungi pasar Panjang, pasar itu becek, yang membuat tidak nyamannya para pedagang dan pembeli. ”Insyaallah kedepan kita perbaiki. Akan ditata kembali agar pembeli banyak, komoditi ada disana,” imbuhnya. (Lis)