Gaya Hidup Glamor & Banyak Istri Simpanan Buat Polisi Ini Tergoda Kas Mandiri Rp 10 M

06 Januari 2018 - 21:00:06 | 37773 | ASTAGA

DL/06012018/Jakarta

----- Brigadir Jumadi ditangkap petugas saat bersembunyi di rumah keluarga kawasan Landasan Ulin Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Jumadi merupakan polisi yang merampok uang kas Bank Mandiri senilai Rp 10 miliar dan USD 25.000, Kamis 4 Januari 2018.

Jumadi sebenarnya bertugas mengawal uang miliaran tersebut dari Bank Mandiri cabang Banjarmasin ke cabang Tabalong, namun anggota Polres Tabalong ini tergoda wanginya tumpukan uang miliaran dalam pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu serta pecahan uang dolar Amerika Serikat tersebut.

Apalagi gaya hidup glamor serta tuntutan dari beberapa istri simpanannya, makin menguatkan hasrat memiliki uang tersebut. Dia merencanakan untuk merampok uang kas tersebut bersama temannya.

“Motif sementara karena pola hidup yang glamor. Keduanya juga pecandu narkotika dan sudah dites kedua positif narkotika. Dia juga punya banyak istri simpanan. Saat ini yang ketahuan baru dua,” kata Kabid Humas Polda Kalimantan Selatan, AKBP M. Rifai kepada merdeka.com, Jumat 5 Januari 2017.

Jumadi yang sebelumnya sudah terpengaruh narkoba, meminjam senjata ke Polres Tabalong. Dia pun mengawal teller bank, Atika yang mengambil uang tersebut dari cabang Banjarmasin dengan mobil merk Toyota Avanza warna hitam bernomor polisi DS 1182 KE. Mobil yang disopiri oleh Gugum itu meluncur ke cabang Tabalong.

Di tengah jalan, pelaku meminta Gugum untuk belok ke Polsek Martapura dahulu. Alasan Jumadi, ada yang perlu diambil. Ternyata hal itu cuma akal-akalan pelaku. Atika dan Gugum ditodong senjata, kemudian korban diikat.

Pelaku bersama temannya membawa mobil berisi uang miliaran tersebut ke Banjarmasin. Sampai di suatu tempat, uang tersebut dipindahkan ke kendaraan lain.

Ternyata uang tersebut disembunyikan pelaku di beberapa tempat. Ada yang dipendam di dalam tanah, disembunyikan di lemari dalam rumah dan disimpan rumah Yongki, orang yang membantu Jumadi merampok kas Bank Mandiri.

Petugas akhirnya mengungkap kejahatan Jumadi dan membawanya ke Polda Kalimantan Selatan.

“Sekitar pukul 20.45 WITA, telah ditemukan lagi barang bukti dan dilakukan perhitungan uang barang bukti dengan jumlah Rp5,2 M. Yang mana kalau dijumlahkan dengan penemuan pertama sekitar Rp4,4 M, jadi masih ada sekitar Rp400 juta selisihnya," kata Rifai, Jumat 5 Januari 2018. (ded)