X

*** TERIMA KASIH ANDA TELAH SAKSIKAN DETIKLAMPUNG STREAMING TV SETIAP HARI ***      *** Video on Demand kami siapkan atas saran & permintaan masyarakat pembaca setia detiklampung.com *      MOHON MAAF SELAMA SEPEKAN, KAMI TIDAK DAPAT DIAKSES KARENA SEDANG ADA PERBAIKAN. NAMUN SAAT INI SUDA      

Tenis Meja Lampung Harus Bersatu

  • dibaca 282 kali

    DL/16062017/Bandarlampung

    ----- Wasit Internasional Tenis Meja asal Lampung Ketut Sucipto Hadi, memiliki harapan tersendiri bagi olahraga tenis meja Lampung di masa mendatang. Dia ingin Lampung bersatu sehingga melahirkan atlet tenis meja berprestasi, baik ditingkat nasional bahkan internasional.

    Adanya dualisme kepengurusan di cabang olahraga tenis meja, yaitu kepengurusan Pengurus Besar (PB) dan Pengurus Pusat (PP). Membuat pembinaan atlet sedikit mengalami kendala, pasalnya ada dua pembinaan yang berbeda.

    PB yang menjadi induk dari Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Provinsi, saat ini hanya mampu mengantarkan para atletnya sampai dengan tingkat nasional.

    Sementara itu PP yang diakui oleh Tenis Meja Internasional yaitu Federasi Tenis Meja Internasional (ITTF), memiliki hak penuh dalam mengirimkan atlet nasional berlaga di internasional.

    Dengan demikian tentunya menjadi masalah tersendiri, dalam pembinaan mengingat atlet, pelatih dan wasit juara nasional atau PON tidak bisa menjadi wakil Indonesia untuk berlaga di luar negeri karena berasal dari PB.

    “Saya sangat ingin Lampung bersatu dan menjadi kuat di masa mendatang. Bila menang Lampung bersatu tetapi dibenahi, agar lebih pas dan menjadi lebih baik. Bukan berarti yang saat ini tidak baik, tetapi kitakan ingin menjadi lebih baik. Saya pribadi mendukung kepengurusan PTMSI Lampung,” kata Ketut Sucipto Hadi.

    Lebih lanjut Ketut menambahkan, dirinya tidak ingin mencari masalah mengingat seluruh insan olahraga tenis meja adalah saudara dan teman. Meski demikian dirinya berencana mendirikan kepengurusan tenis meja di bawah induk PP, meski nantinya tidak masuk dalam naungan KONI Lampung.

    Namun mereka tetap akan melaporkan kepengurusan mereka kepada KONI Lampung, agar mereka diketahui bahwa kepengurusan Tenis Meja di bawah PP ada di Lampung.

    “Kepengurusan sudah terbentuk dan tengah kami laporkan kepada KONI, kami berharap kepengurusan kami diketahui oleh KONI Lampung. Untuk kedepannya harapan saya sudah jelas, tenis meja Lampung khususnya bisa bersatu. Membangun dan meningkatkan prestasi atlet di tingkat nasional bahkan internasional,” lanjutnya.

    Lebih lanjut Ketut menambahkan, permasalahannya adalah di dua kepengurusan pusat yaitu PB dan PP. Dengan dua jurusan berbeda dimana PB hanya bisa mengantarkan atlet, pelatih dan wasit sampai tingkat nasional, sedangkan PP menjadi wadah untuk atlet, pelatih dan wasit berlaga di tingkat internasional, Asia dan Dunia. (afg)

  • Berita Terkait

  • IKA Unpad Nilai Ridho Bawa Banyak Perubahan Lampung

    Kemenag Diminta Moratorium Program Umrah Murah

    Investor Malaysia dan Jepang Tertarik Perkebunan Lamteng

  • Belum Ada Komentar

  • Isi Komentar