X

*** TERIMA KASIH ANDA TELAH SAKSIKAN DETIKLAMPUNG STREAMING TV SETIAP HARI ***      *** Video on Demand kami siapkan atas saran & permintaan masyarakat pembaca setia detiklampung.com *      

Massa Segel Kantor Inspektorat Lampura

  • dibaca 279 kali

    DL/15062017/Kotabumi 

    ---- hari ulang tahun ke-71 Kabupaten Lampung Utara (Lampura) mendapatkan hadiah yang lain dari masyarakat Koalisi Rakyat Menggugat, yang melakukan unjuk rasa kembali bertepatan dengan hari jadi daerah ini, bahkan sempat menyegel kantor Inspektorat setempat, Kamis 15 Juni 2017.

    Aksi unjuk rasa ini merupakan kali keduanya selama bulan suci Ramadhan, masa kembali menuntut pemerintah untuk bersikap tegas terkait permasalahan kepala dinas Pekerkjaan Umum (PU) yang diduga telah melakukan pungutan setoran proyek sebesar 20 persen.

    Selain itu Kadis PU juga jarang masuk kerja. ”Ini untuk ketiga kalinya kami menyerukan kepada pemerintah agar segera bersikap tegas terhadap kepala Dinas PU, Sahbudin, yang telah memungut setoran proyek dan tidak pernah masuk kerja. Namun pemerintah sepertinya hanya tutup mata dan telinga,” ujar Juani Ketua Pospera, dalam orasi di depan kantor Bupati Lampung Utara.

    Aksi yang dimotori oleh ormas Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) dan Komite Anti Rakyat Tertindas (Karat) sebelumnya telah dua kali menggelar demo dengan tuntutan yang sama.

    Namun hingga saat ini pemerintah masih saja tidak mengindahkan jeritan ratusan massa yang menginginkan penegakan supremasi hukum yang tegas di bumi Lampura.

    Koordinator Aksi Rio Kesuma dalam orasinya meminta dengan tegas kepada Bupati Lampung Utara untuk bersedia menemui dan mendengarkan aspirasi mereka. “Kalau kemarin ketika mencalonkan diri Pak Bupati capek-capek ke sana kemari, dari kampung ke kampung, dari desa ke desa hanya untuk mendengarkan keluhan rakyat. Kali ini Bapak tidak perlu seperti itu, karena sekarang kami yang datang kepada Bapak untuk mengutarakan suara kami,” ujarnya lantang. 

    Tampak aparat Kepolisian dan Kepala Kesbangpol Firmansyah mencoba mediasi dan meminta perwakilan dari pihak pengunjuk rasa untuk ikut ke dalam ruangan Kantor Bupati. Namun mediasi sempat alot karena massa meminta Bupati yang mendatangi para pengunjuk rasa.

    Sementara pada saat yang bersamaan Bupati sedang memimpin Rapat koordinasi. Akhirnya para pengunjuk rasa tidak mau untuk mediasi, karena sudah tiga kali menggelar aksi akan tetapi tuntutan mereka tidak juga dipenuhi pemerintah.

    “Kami berjanji akan datang lagi dengan gelombang massa lebih besar. Kami akan terus memperjuangkan apa yang menjadi kebenaran bagi kami sampai akhir hayat.” ungkap Rio diakhir orasinya.

    Kemudian massa melanjutkan aksinya ke Kantor Kejaksaan Negeri Kotabumi. “Hari ini, di sini, di tempat yang sama. Disaksikan Tuhan, Langit dan Bumi bahwa untuk ketiga kalinya niat baik kami untuk mensupport aparat penegak hukum dalam memperbaiki kinerjanya kembali menemui jalan buntu. Kemarin Kajari bilang sakit, kali ini tidak mungkin sakit lagi. Memang selalu ada saja alasan yang dibuat  ibu Kajari untuk tidak menemui masyarakat yang ingin menyampaikan pendapat dan aspirasinya.” Ujar Rio.

    “Jangan-jangan ini sudah permainan para elit partai politik sehingga membuat Kajari tutup mata dengan berbagai kasus yang terjadi di sini. Kami anggap Kajari tidak layak lagi untuk memimpin Korp Adhiyaksa, maka sudah sewajarnya Yusna mundur dari jabatan. Kami akan minta pihak Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Agung untuk memeriksa kepala Kejaksaan Negri Kotabumi karena selama ini kami anggap mandul.“ tambahnya.

    Menurut para pengunjuk rasa Kajari selalu beralasan telah berhasil mengungkap kasus Alkes Rumah Sakit. “Sementara itu kan kasus lama tahun 2009, bukan asli produk dia. Kajari sekarang kami anggap mandul karena tutup mata dengan berbagai kasus korupsi yang terjadi kami akan laporkan masalah ini ke Ombusdman,” Ancam Juani.

    Sebelumnya, kata Juani, melalui bawahannya Kajari Yusna Aida telah memanggil perwakilan dari pihak pengunjuk rasa untuk bertemu. “Sebelumnya kami telah dipanggil ibu Kajari. Dalam pertemuan di ruang Kasi Intel, ibu Kajari Yusna meminta kami untuk melakukan unjuk rasa di Polres juga, jangan di Kejaksaan saja yang didemo, di Polres juga dong mereka itu kan aparat penegak hukum juga. “ ujar Juani menirukan permintaan Kajari sebelumnya.

    Massa Segel Kantor Inspektorat

    Pada aksi kali ini para pendemo menambahkan rute dengan menyambangi kantor Inspektorat Lampung Utara. Namun sayang suasana kantor tersebut tampak lenggang dan sepi, hampir tak ada aktivitas meski waktu masih menunjukkan pukul 13.30 WIB. Akan tetapi pengunjuk rasa tetap membacakan pernyataan sikap dan tuntutanya didepan kantor Inspektorat setempat.

    Dalam kesempatan itu, massa meminta pihak Inspektorat untuk menyikapi masalah kedisiplinan para pegawai yang ada. Setelah hampir 1 jam berorasi di depan kantor Inspektorat, akhirnya pengunjuk rasa didatangi oleh Sekretaris Inspektorat.  

    “Kami minta terkait penegakan disiplin kerja Inspektorat jangan cuma tegas dengan pegawai dan staf biasa. Coba tindak kepala Dinas PU yang jarang ngantor berani gak. Peraturan ASN seharusnya diterapkan pada semua pegawai jangan pandang bulu dong pak.” ujar mereka.

    Dipenghunjung aksi dengan izin aparat Kepolisian yang bertugas mengawal jalannya aksi, massa akhirnya menyegel pintu kantor Inspektorat dengan menempelkan kantor yang bertuliskan Kantor ini disegel oleh Rakyat kemudian masa membubarkan diri. (Panji/Zan)

  • Berita Terkait

  • Jembatan Way Serdang Belitang Segera Dibangun

    Pemkab Lambar Sidak Untuk Ketertiban Pasar

    DPR Minta Pemerintah Benahi Tata Niaga Garam

  • Belum Ada Komentar

  • Isi Komentar