X

*** TERIMA KASIH ANDA TELAH SAKSIKAN DETIKLAMPUNG STREAMING TV SETIAP HARI ***      *** Video on Demand kami siapkan atas saran & permintaan masyarakat pembaca setia detiklampung.com *      MOHON MAAF SELAMA SEPEKAN, KAMI TIDAK DAPAT DIAKSES KARENA SEDANG ADA PERBAIKAN. NAMUN SAAT INI SUDA      

Wayangan Arinal Diikuti Para Pedagang Dari Jawa

  • dibaca 1190 kali

    DL/14062017/Bandarlampung

    ---- Digelarnya wayangan keliling Lampung dalam program sosialisasi, wayangan, ngaji dan Sahur bersama Arinal Djunaidi mengandung banyak manfaat di tengah masyarakat.

    Paling tidak memberikan wahana untuk berkesenian dan berbudaya ditengah bulan Ramadhan tanpa mengganggu umat Islam yang berpuasa, bahkan memberikan kemudahan dalam sahur bersama.

    Manfaat lain ternyata diperoleh para pedagang kecil yang sebelumnya tidak ada rencana untuk berdagang pada bulan Ramadhan, akhirnya bisa menangguk keuntungan.

    Setidaknya ada sekelompok pedagang yang menamakan diri Pandawa Indonesia sebuah paguyuban pedagang wayang Indonesia yang sudah 11 kali pementasan wayang dan sahur bersama Enthus Susmono dan Arinal Djunaidi terus mengikuti.

    Pedagang ini berasal dari pulau Jawa, ada yang dari Temanggung, Tegal, Kebumen, Jogjakarta dan berbagai daerah lainnya. Mereka berdagang berbagai produk budaya seperti baju, ikat kepala, wayang, dan sebagainya.

    Kasirun, asal Kebumen kepada detiklampung.com bercerita banyak tentang pola perdagangan di grup mereka. “Kami ini kan berkelompok mas, dari berbagai daerah yang menghimpun diri dalam sebuah paguyuban Pandawa Indonesia. Kepanjangannya Pedagang Wayang Indonesia. Kami sepakat untuk mengadu nasib dengan pola perdagangan seperti ini, sambil nguri-uri budaya Indonesia,” kata dia.

    Soal untung rugi, di setiap perdagangan pasti ada. “Ya wajar soal untung rugi itu. Kalau kita rugi terus pasti sudah berhenti mas berdagangnya,” ungkapnya sambil tertawa,

    Ikut dalam kegiatan wayangan di Lampung, mereka sampai hafal sekali dengan nama Arinal Djunaidi, karena setiap saat mendengar namanya disebut dan pidatonya sebelum wayangan dimulai.

    “Saya berterima kasih nih pak, dengan wayangan pak Arinal dan pak Enthus ini, kami jadi bisa terus berkeliling Lampung. Sebab di Jawa bulan begini sangat jarang iven. Jadi kami bertahan untuk tetap mengikuti kemanapun pak Arinal menggelar wayangan saat ini,” katanya.

    Rombongan ini mengikuti gerakan wayangan ini dan mendapat informasi dari berbagai kalangan yang bisa dipercaya. “Kami punya sumber yang akurat untuk ini mas,” ujar Kasirun. (don)

  • Berita Terkait

  • Pembayaran THR dan Gaji ke-13 PNS, Pekan Depan

    Stop, Penyeragaman Jumlah Hari Sekolah

    Ridho: Semakin Banyak Anak Kita Penghafal Al Quran

  • Belum Ada Komentar

  • Isi Komentar