X

*** TERIMA KASIH ANDA TELAH SAKSIKAN DETIKLAMPUNG STREAMING TV SETIAP HARI ***      *** Video on Demand kami siapkan atas saran & permintaan masyarakat pembaca setia detiklampung.com *      

Demo Pertanyakan Isu Setoran Proyek Dan Tugu Pengantin

  • dibaca 1345 kali

    DL/13062017/Kotabumi

    ---- Bulan suci Ramadhan unjuk rasa kembali mewarnai Kabupaten Lampung Utara, Kamis 7 Juni 2017. Masa yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Menggugat (Karat) mempertanyakan hasil tuntutan mereka saat demo beberapa waktu lalu yang menginginkan Pemerintah Daerah segera mengambil tindakan tegas terhadap Kepala Dinas Pekerjaan Umum, yang diduga telah melakukan pemungutan setoran proyek sebesar 20 persen.

    Dengan membawa spanduk bertuliskan berbagai tuntutan, puluhan masa berkumpul di bawah tugu Pengantin yang berada tepat di depan gerbang pintu kantor Bupati.

    Tampak beberapa pendemo ada yang menaiki tugu pengantin dan memasang bendera merah putih setengah tiang. Hal itu menunjukkan protes mereka terhadap keberadaan tugu Penganten berpakaian adat Lampung yang tengah menjadi gunjingan masyarakat setempat.

    Dalam orasinya ketua Pos Perjuangan Rakyat (Pospera) Lampung Utara, Juani Adami meminta pemerintah untuk segera memenuhi tuntutan masyarakat.

    “Kami minta Bupati untuk segera menindak tegas Kepala Dinas PU Sahbudin yang telah melakukan pungli dan tidak pernah masuk kantor. Kami tidak akan pernah lelah dan berhenti untuk melakukan demo, sebelum pemerintah menindak lanjuti semua harapan kami,” ujarnya diiringi sorakan seluruh pengunjuk rasa.

    Selain itu mereka juga meminta pemerintah untuk memperbaiki kembali bentuk patung pengantin yang jadi ejekan masayarakat. “Selain menjadi ikon budaya kita, patung ini untuk memperindah kota agar enak dipandang, bukan malah jadi bahan ejekan. Muka penganten dibuat kaya ondel-ondel ini Lampung Utara bukan Jakarta bung,” serunya.

    Tuntut Kajari Kotabumi Mundur

    Usai menyampaikan tuntutannya di depan Kantor Pemkab Lampung Utara masa, masa melanjutkan aksinya kekantor Kejaksaan Negeri Kotabumi. Disini masa kembali mempertanyakan kinerja korp Adhiyaksa yang diduga tidak menindaklanjuti tuntutan mereka saat aksi beberapa waktu lalu.

    Masa meminta kepala Kejaksaan Negeri Kotabumi mundur dari jabatan jika tidak bisa menegakkan supremasi hukum di bumi Lampung Utara.

    “Ini untuk yang kesekian kalinya kami menyampaikan aspirasi kepada para penegak hukum yang terhormat. Masalah kasus pungli Kadis PU yang jelas-jelas telah memungut setoran proyek, sepertinya Kejaksaan tidak berani menanganinya, ada apa ini. Saya ada bukti jelas kok, Kejaksaan jangan tidur dong,” ungkap Juani.

    Sementara, Robi kordinator aksi dalam orasinya menyatakan kekecewaan terhadap Kejaksaan yang selama ini terkesan tutup mata terkait permasalahan di Dinas Pekerjaan Umum Lampung Utara yang bukan menjadi rahasia umum. Hal itu akhirnya menimbulkan berbagai pertanyaan.

    “Biarlah hari ini menjadi penderitaan kita, tapi ini bukan akhir dari aksi kita. Pada hakekatnya kita berdiri di sini karena rakyat dan untuk rakyat. Kita di sini meminta keadilan pada para penegak hukum yang terhormat,” tegasnya. (Zan)

  • Berita Terkait

  • Butuh Koordinasi Dalam Pengalihan Kewenangan Pendidikan Menengah

    Kemensos Gelar Bimtek Kube Di Lampung

    Arinal Berjanji Perbaiki Kondisi Perikanan Lamtim

  • Belum Ada Komentar

  • Isi Komentar