X

*** TERIMA KASIH ANDA TELAH SAKSIKAN DETIKLAMPUNG STREAMING TV SETIAP HARI ***      *** Video on Demand kami siapkan atas saran & permintaan masyarakat pembaca setia detiklampung.com *      

Jalan Negri Ujung Karang Kembali Hancur

  • dibaca 1298 kali

    DL/08062017/Kotabumi

    ----- Proyek peningkatan jalan ruas desa Negri Ujung Karang kecamatan Muara Sungkai, kabupaten Lampung Utara kembali menjadi sorotan tajam anggota DPRD setempat, karena sudah dua kali dianggarkan dan ditenderkan kini sudah rusak parah hanya beberapa waktu.

    “Perbaikan jalan ini sepertinya dikerjakan asal jadi, padahal sudah dua kali dianggarkan pemerintah pada tahun 2015 dan 2016 yang menelan biaya sangat besar. Tapi ini baru direhab sudah hancur lagi,” keluh Anggota DPRD Lampung Utara, Rendi Apriansyah saat meninjau lokasi baru-baru ini.

    Kondisi ruas jalan Kabupaten sepanjang 1,8 KM yang berbatasan dengan Kabupaten Way Kanan ini hancur lebur, meskipun pada 2016 baru saja diperbaiki dengan menelan biaya mencapai ratusan juta rupiah. Hal itu akhirnya menimbulkan protes dari warga setempat. 

    Menyikapi hal tersebut, Rendy Apriansyah sebagai wakil rakyat langsung meninjau lokasi yang memang bertepatan dengan kampung orang tuanya.

    Anggota fraksi Demokrat itu menjelaskan, dirinya turun langsung guna meninjau lokasi setelah mendapat laporan dari masyarakat, yang hampir sebagian besar merupakan kerabatnya.

    Dari pantauan di lokasi memang kondisi jalan ini sangat memprihatinkan, selain banyak lubang jalan tersebut tampak seperti kubangan jika turun hujan.

    “Saya ke sini menindaklanjuti laporan warga yang menginformasikan kondisi jalan di kampung orang tua saya rusak parah, padahal belum lama direhab dan menelan biaya yang sangat besar,” ujarnya.

    Menurut Politisi Partai Demokrat ini, untuk perbaikan ruas jalan Negri Ujung Karang itu pada tahun 2015 pemerintah telah menganggarkan dana sebesar Rp1 miliar lebih yang dikerjakan oleh CV Raisa Jaya. Kemudian pada tahun 2016, pemerintah kembali menganggarkan dana yang mencapai milyaran rupiah guna perbaikan jalan tersebut, pekerjaannya telah dikerjakan oleh CV Goro Jaya Pratama.

    “Padahal pemerintah sudah habis uang banyak buat rehab jalan ini. Gimana gak cepet hancur, lihat saja pekerjaannya dibuat asal jadi langsung maen aspal saja. Kontraktornya gak beres ini, seharusnya pengawas dapat menegur pihak ketiganya, ini kan pakai uang negara uang rakyat juga,” keluh Rendi.

    Rendi menuturkan bahwa dari keterangan masyarakat, jalan tersebut pada tahun 2015 hanya diperbaiki sebagian saja. Kemudian pada tahun 2016 kembali diperbaiki, namun belum lama dari serah terima pekerjaan kondisi jalan kembali rusak bahkan tambah parah.

    “Saya harap pemerintah maupun dinas terkait untuk segera meninjau langsung kondisi jalan yang sudah dua kali direhab dan menelan uang negara cukup besar ini. Kasihan masyarakat, ini kan merupakan satu-satunya akses jalan yang digunakan warga setiap hari,” Pintanya. (Zan)

  • Berita Terkait

  • Juli, The BeGALs Gelar Festival SSB Piala Gubernur

    Lampung Sakti Bertekad Bertahan Di Liga 2

    Zainal Abidin Bangkitkan Kembali Lampura

  • Belum Ada Komentar

  • Isi Komentar