Dua Wartawan Diperlakuan Tidak Menyenangkan Oknum Polisi di Polda

08 November 2018 - 01:31:23 | 9504 | HUKUM & KRIMINALITAS

DL/08112018/Bandarlampung

---- Salah satu wartawan koran Harian Bongkarpost Eko dan Obbie dari Saibumi.com, mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari salah satu oknum Polisi berinisial S berpangkat Aiptu saat akan melakukan peliputan di lingkungan Mapolda Lampung, Selasa, 6 November 2018.

Bermula, kedua wartawan yang hendak bertemu dengan Kasubdit IV Krimsus Polda Lampung AKBP Binsar untuk melakukan wawancara peliputan. Namun, saat memasuki gerbang Mapolda Lampung keduanya di panggil oleh seorang petugas dengan gaya dan nada yang kurang menyenangkan seperti pereman tidak jelas.

“Hei, kamu orang ke sini. ke sini kamu orang, duduk,” ungkap salah seorang yang bertugas di pos penjagaan Yanma Polda Lampung.

Setelah keduanya duduk, seperti halnya tersangka, petugas tersebut mulai menginterogasi, padahal saat itu keduanya sudah memakai ID Card pengenal.

“Saya tau kalian wartawan, saya juga polisi, mana saya tau kalian bawa bom atau tidak, lain kali ke sini dulu ya, inget itu ya,” ungkapnya dengan nada tinggi.

Setelah itu, kedua wartawan diminta Kartu Tanda Pengenal (KTP) yang kemudian ditukar dengan kartu tanda tamu umum namor 038 dan 039.

Wartawan koran Harian Bongkarpost mengatakan bahwa ia bersama rekannya wartawan media online, Obbie dari Saibumi.com ingin melakukan wawancara kepada Kasubdit IV Krimsus untuk kepentingan proyeksi dari kantornya.

“Kita kesana karna proyeksi dari kantor, kaget juga pas masuk sampai begitunya itu polisi lagi sakau kali ya. Dibilang takut kalau kami bawa bom segala,” ungkapnya.

Menurut Eko, seharusnya petugas tidak lah harus bersikap sepeti itu, layaknya polisi yang mengayomi masyarakatnya, tidak bicara terlalu keras, tidak sopan dan tidak menyenangkan seperti itu.

“Ya mungkin saja peraturannya seperti itu. Tapi ya menurut saya tidak seharusnya seperti itu. Gak mungkin bercanda jika kata – katanya dengan nada keras seperti itu,” terangnya.

Eko juga tidak menyangka akan seperti ini. Sebelumnya tidak pernah diperlakukan seperti itu jika akan melakukan kegiatan peliputan di Mako Polda Lampung.

“Saya belum pernah diperlakukan seperti ini, dari jaman Kapolda Irjen Pol. Edwardsyah Pernong, saya mulai liputan di Polda, saya selalu merasa diayomi oleh petugasnya.

Sementara salah seorang tamu yang hendak berkunjung ke Kasubdit IV Krimsus, Hendrik, mengatakan bahwa ia masuk ke lingkungan Mapolda Lampung tidak diperiksa maupun diberi tanda pengenal dan ditahan KTPnya. (ver)