Dinas Kesehatan Pakai Pola Stand Inovatif di Lampung Fair

15 Oktober 2018 - 13:17:44 | 32319 | KESEHATAN

DL/14102018/Bandarlampung

---- Ingar bingar pameran ala Lampung Fair juga terus mendorong para pesertanya untuk melakukan kreasi dan inovasi pada stand yang diikut sertakan. Seperti yang dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung ini.

Berbeda dengan tampilan beberapa tahun belakangan ini, Dinkes kali ini berkolaborasi dengan beberapa sekolah kesehatan dan rumah sakit pemerintah.

Menurut Kabid Promkes Dinkes Provinsi Lampung, dr Asih Pujiastuti, ini menjadi inovasi yang diharapkan mampu bersinergi dan memberikan manfaat lebih selama dalam pameran di Lampung Fair.

“Ini baru ya, tahun ini kita akan mencoba berkolaborasi dengan berbagai lembaga yang terkait dengan kita. Dan kali ini Stand dibagi menjadi tiga bagian yakni Light Area, Growth Area dan Healty Area. Maksudnya, di setiap area atau ruang akan memiliki arti sendiri,” katanya kepada detiklampung.com Minggu 14 Oktober 2018, malam.

Menurut Asih, hal seperti ini perlu dicoba diperkenalkan sebagai bagian dari edukasi kepada masyarakat.

“Pada ruang atau light area misalnya dapat diedukasi bahwa Cahaya itu indah, penerang, sumber inspirasi dan semangat menuju masa depan yang cerah. Lalu pada Growth area, ingin memberikan kesan edukasi bahwa tumbuh itu alamiah tetapi tumbuh dengan sehat dan baik itu pilihan. Untuk itu perlu edukasi untuk menjalankan kehidupan yang sehat agar tumbuh dengan baik, metode yang digunakan adalah mengajak swafoto dengan pesan kesehatan, ikut pada Games Edukasi,” terangnya.

Di bagian stand ini ingin memberikan edukasi bahwa pembangunan bidang kesehatan menitikberatkan pada pemberian pelayanan publik terbaik diantaranya melalui RSBNH, RS Keliling & Labkesda.

Sedangkan pada ruang ketiga yakni Healty Area, ruang kesehatan, untuk memberikan pesan kepada masyarakat bahwa memeriksakan kesehatan secara berkala itu sangat penting.

“Dari tiga pesan ini, kami ingin terus memberikan peran positif di tengah masyarakat agar tetap cinta pada pola hidup sehat melalui berbagai tahapan tadi. Jadi seluruh lapisan masyarakat akan teredukasi dengan baik saat mampir ke stand kami,” ungkapnya.

Dr Asih menegaskan bahwa perlu adanya pencerahan dalam perilaku masyarakat Lampung agar dapat sehat sehingga bisa memiliki kualitas hidup yang baik.

Lebih lanjut Asih mengatakan bahwa persiapan untuk stand ini cukup sulit, karena melibatkan beberapa lembaga yang berbeda dalam keseharian, maka diperlukan pengertian dan disiplin yang tinggi untuk melakukan sinergi dalam tugas ini.

“Yang ditekankan ada disiplin waktu dan ramah melayani pengunjung, sehingga akan memberikan kesan yang positif. Mudah-mudahan cara ini akan efektif untuk tugas kami dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat,” katanya. (don)