Ridho: Fasilitasi Negara Salah Satu Misi Besar Menjaga Negara

12 Oktober 2018 - 00:18:18 | 3618 | BERITA DAERAH

DL/12102018/Bandarlampung

----- Gubernur Lampung, M Ridho Ficardo tampak semringah saat berada di Gedung Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung, dalam rangka meresmikan gedung yang direhab dari dua lantai menjadi berlantai 3 tersebut.

Peran besar Gubernur Lampung ini mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari ketua umum PWI Pusat Atal S. Depari, yang menyebutnya sebagai torehan sejarah di dunia pers Indonesia. “Tak banyak kepala daerah di Indonesia yang bisa seperti ini, membantu dan menganggarkan kemudian membangun kantor PWI,” kata Atal.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Ridho Ficardo menjelaskan pembangunan PWI Lampung menjadi kebutuhan bagi peningkatan kualitas wartawan. Hal ini mengingat jumlah wartawan yang semakin banyak.

"Pembangunan ini penting untuk pendidikan kewartawanan, terlebih dalam mendukung visi PWI yang efisien dan tak boleh ketinggalan zaman," jelasnya.

Gubernur Lampung juga menanda tangani prasasti untuk gedung PWI ini. Uniknya Prasastinya terbuat dari kayu yang sudah dipahat sedemikian rupa. 

Ridho merasa bahwa dengan mendukung dan memfasilitasi sarana prasarana media merupakan salah satu upaya dalam menjaga negara. "Memfasilitasi media merupakan salah satu misi besar dalam menjaga negara. Selain itu, pemikiran kritis yang konstruktif juga merupakan bagian dalam menjaga negara ini. Oleh karenanya, Pemerintah Provinsi Lampung berkepentingan untuk meningkatkan sarana dan prasaran guna meningkatkan kualitas wartawan," ujarnya.

Gubernur Ridho juga mengucapkan terimakasih atas dukungan media Pers dalam menciptakan pemberitaan yang sejuk dan kondusif guna menjaga keamanan daerah.

"Harapannya, Gedung PWI Lampung dapat termanfaatkan sepenuhnya untuk aktivitas wartawan, pembangunan pendidikan dan peningkatan SDM wartawan. Salah satunya dalam membentuk karakter jurnalisme Indonesia melalui SJI," harap Gubernur.

Ridho mengingatkan tentang independensi PWI Provinsi Lampung. “Jangan lantaran saya sebagai gubernur Lampung membangun gedung PWI lantas tidak boleh dikritik. Profesional saja, hal yang baik beritakan seperti apa adanya. Kalau saya salah ya silahkan dikritik yang konstruktif,” katanya. (Ver)