Kemenangan Atal S Depari Simbol Kemenangan PWI Daerah

29 September 2018 - 21:52:26 | 28323 | NASIONAL

DL/29092018/Solo

---- Atal S. Depari berjanji mengemban amanah untuk memimpin Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ke arah yang lebih baik.

Tidak hanya itu. Atal akan mewujudkan PWI zaman now dengan menjadi organisasi profesional dan bermartabat di era transformasi lanskap media dengan spirit kebangsaan, kebebasan, dan kreativitas digital.

"Ini luar biasa! Belum pernah excited begini dalam hidup saya. Saya belajar banyak dari kongres ini," ucap Bang Atal, dalam sambutannya usai pemilihan ketum pada Kongres PWI XXIV di The Sunan Hotel Solo, Jawa Tengah, Sabtu 29 September 2018.

Kata Bang Atal, mimpi besarnya adalah mewujudkan program pendidikan anggota yang lebih merata ke seluruh Indonesia berbasis teknologi digital.

Lalu, mewujudkan peran PWI sebagai inisiator dan stakeholder perumusan regulasi tentang media baru dengan tetap mempertahankan prinsip kebebasan pers, indepedensi, dan kebebasan berpendapat.

"Juga mewujudkan perbaikan manajemen dan administrasi untuk menjadikan PWI sebagai organisasi yang berbasis pada penggunaan teknologi digital, khususnya dalam pendataan aset, pendataan anggota, dan kegiatan organisasi. Nantinya semua dapat diakses dan dilihat oleh siapapun di pwi.app. Ada semua, mulai sejarah, etika profesi, jumlah keanggotaan seluruh Indonesia, dan kegiatan-kegiatan lainnya," papar Pemimpin Redaksi suarakarya.id tersebut.

Yang menjadi perhatian serius Bang Atal adalah bidang pendidikan. Fakta empiris, masih banyak anggota PWI belum tersentuh pendidikan profesi wartawan yang standar.

Sebagian besar melewati proses learning by doing.  Adapun Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) PWI telah berjalan baik tetapi belum memenuhi harapan wartawan seluruh Indonesia.

"Karena itu, materi dan kurikulum SJI dan UkW harus diperbaharui. Dan dengan memanfaatkan teknologi, proses belajar mengajar di area PWI harus lebih diefesienkan dan diefektifkan. Dieefesienkan misalnya, selama ini SJI membutuhkan dana pelaksanaan hingga Rp200 juta bisa dimudahkan dengan study jarak jauh," paparnya.

Selain itu, ada strategi pendidikan, yakni dengan jangka pendek, menengah, dan panjang. "Strategi ini diperlukan agar program pendidikan didasarkan atas prioritas atau tingkat kebutuhan," sebut Bang Atal.

Menurutnya, itu semua dilakukan untuk membangun kelembagaan pendidikan profesi wartawan yang kuat, kokoh, dan berwibawa. 

"Bersama pemerintah dan Dewan Pers, PWI dirasa perlu untuk meneguhkan diri sebagai organisasi profesi yang secara sadar membangun entitas dan kredibilitasnya dari upaya yang tak pernah berhenti mewujudkan wartawan yang profesional, berwawasan, dan beretika," pungkas Bang Atal. (niz)