Edi Pras: Persilahkan Futsal Masuk Porwil

25 September 2018 - 08:57:19 | 55566 | FUTSAL MANIA

DL/24092018/Jakarta

----- Sekretaris Jenderal Federasi Futsal Indonesia (FFI) Edi Prasetyo, mengatakan bahwa soal wacana cabang olahraga Futsal masuk dalam Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) khususnya di Sumatera, bagi FFI tidak masalah.

“Kalau soal Pra PON dan PON itu kan domainnya KONI. Jadi sepanjang KONI mempersilahkan, maka FFI juga tidak masalah. Satu-satunya yang akan kami kendalikan hanya soal kuota lolos ke PON. Karena ini menyangkut hak lolos daerah lain. Kalau Sumatera inginkan Futsal masuk Porwil, monggo,” kata Edi Pras – panggilan Sekjen FFI itu.

Ini ditegaskan Edi Pras di kantor FFI gedung MNC Center, Jakarta, 22 September 2018, tatkala menerima kunjungan Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Lampung.

Edi Pras menegaskan soal kuota, karena untuk PON 2020, sudah ada 3 tim yang secara otomatis lolos menjadi peserta PON yakni juara bertahan Jawa Barat dan dua tuan rumah Papua dan Papua Barat.

Jika kuota PON 2020 adalah 12 tim, maka tersisa 9 tiket lagi ke PON 2020, yang dibagi menjadi 4 wilayah, termasuk salah satunya wilayah Sumatera.

“Kalau kaukus KONI Sumatera memang menghendaki Futsal masuk ke Porwil sebagai kualifikasi PON itu baik, sehingga kami tinggal mempersiapkan perangkat pertandingan dan peraturannya. Kami juga harus melakukan supervisi agar kualitas Porwil tetap berjalan baik,” katanya.

Lolos Otomatis

Jika diperhitungkan untuk jumlah provinsi, artinya masih ada 31 provinsi yang akan mengikuti pra PON di cabor Futsal. Jika dibagi menjadi 4 wilayah, maka dalam satu wilayah akan diikuti 8 tim, atau ada yang dalam satu wilayah diikuti 9 sampai 10 provinsi.

Wilayah Sumatera yang terdiri dari 10 provinsi biasanya meloloskan 2 tim secara otomatis, yakni juara grup A dan Juara Grup B. Keduanya secara otomatis lolos ke PON.

Soal tambahan kuota yang lolos dengan system play-off atau tidak akan ditentukan kemudian. “Sekali lagi untuk soal kuota lolos harus dikaji ulang, karena menyangkut pemerataan daerah peserta di 34 provinsi,” kata Edi Pras.

Menanggapi soal ini, Plt Ketua AFP Lampung, Edi Purwanto, mengatakan akan segera mengkonsultasikan hal ini dengan Asprov PSSI Lampung dan KONI Provinsi Lampung.

“Ini kabar baik dan akan kami tindak lanjuti kepada pihak terkait, terutama induk olahraga kami, PSSI dan KONI provinsi Lampung sebagai bagian dari host Porwil dan PON,” kata Don Pecci, panggilan akrab Edi Purwanto.

Saat ini tim pra PON Futsal Lampung sudah mulai dibentuk dengan menunjuk manajer tim Pra PON Reza Mahesa dari Kota Metro.

Pemilik klub Giga FC itu saat ini sudah menerima penunjukan itu dan sedang menyusun langkah berikutnya termasuk menunjuk pelatih kepala yang akan menangani tim.

“Saya kira tim pra PON kami sudah memulai bekerja, dengan mekanisme yang dimulai dari rekruitmen pelatih. Yang saya dengar sudah ada pembicaraan dengan pelatih bersertifikat AFC 2 dari Jakarta. Saya percaya saudara Reza sagat faham soal ini,” kata Don Pecci.

Dengan angin segar dari FFI mengenai kemungkinan Futsal melakukan pra PON melalui Porwil diharapkan akan memberikan harapan tim futsal Lampung muncul di PON tahun 2020, bisa terwujud. (ver)